Langsung ke konten utama

Postingan

Pertanyaan

Lampu-lampu kian padam, seseorang menutup pintu kamar rapat-rapat. Padahal saya belum terlelap disana. Saya masih disini, diatas tempat tidur ini, menatap layar gawai, sambil mengetik pada sebuah aplikasi penyunting teks.  Sehari sebelum kepulangan, jarum jam masih terus memutar menemani jangkrik dan cicak. Sebenarnya, saya enggan menulis apa-apa; karena saya tidak ingin mengingat apa-apa. Tapi, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengintip kedalam ingatan. Dan sialnya, saya harus menduga rentetan jawabannya, sendiri. Satu jam lagi menuju pergantian hari. Saya masih bertanya-tanya perihal arti rindu. Memejamkan mata, menutupi wajah dengan bantal, sangsi, menunggu terlelap, enggan. Pernah seseorang berucap rindu. Menginginkan bertemu dan pastinya menyeret saya pada sebuah kepulangan. Kemudian, entah, tiada. Sejak itu, kepergian terasa lebih panjang daripada kepulangan. Pertemuan tinggal hampa. Rindu kehilangan denyutnya.  Lalu, harus kemana pertanyaan-pe...
Postingan terbaru

The Jakmania dan Kemerdekaan Cara Mendukung

“Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Kira-kira seperti itulah kata-kata yang terlontar pada paragraf pertama pembukaan konstitusi dasar negara ini. Merdeka yang diambil dari kata mahardika yang merupakan bahasa Sansekerta mempunyai makna: pandai, bebas, bijaksana dan tidak bergantung kepada orang lain. Dengan kata lain, kemerdekaan adalah kebebasan yang dimiliki seseorang untuk memilih dan menentukan sesuatu tanpa ada paksaan dari orang lain. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah, biasanya kata kebebasan diikuti dengan kata tanggung jawab. Hal tersebut harus dibenarkan; karena kebebasan tanpa tanggung jawab adalah suatu kebodohan. Kita patut bersyukur bahwa negara—yang ‘bertanggung jawab’ terhadap warganya— ini, meng-amini hal tersebut dan menetapkan kebebasan sebagai salah satu poin dalam konstitusi dasar bernegara. Contoh...

Puisi Cinta Soe Hok Gie

Bagi sebagian orang, nama Soe Hok Gie mungkin masih asing untuk dicerna telinga. Ya, karena tak ada mata pelajaran di sekolah yang membahas tentang dunianya atau karena mereka terlalu apatis terhadap sejarah. Soe Hok Gie merupakan seorang aktivis berdarah Tionghoa yang dikenal turut menumbangkan Orde Lama pemerintahan Soekarno. Minatnya terhadap sastra cukup besar, juga pengaruh dari ayahnya yang juga seorang penulis. Pada masa mudanya, ia suka membaca karya-karya dari Pramoedya A. Toer. Selain itu, ia juga suka mendaki gunung untuk menenangkan pikiran dari hiruk-pikuk politik pada masanya. Ia juga merupakan mahasiswa dari Universitas Indonesia. Jiwa muda yang merdeka tergambar jelas dari keberanian Soe Hok Gie mengkritik berbagai penyelewengan di berbagai bidang masyarakat, termasuk di kampusnya sendiri. Meskipun Gie begitu berani menggulingkan tirani, tapi tidak dalam menentukan pujaan hati. Sampai akhir hayatnya, tak ada yang mengetahui sosok kekasih Soe Hok Gie. Gie men...

Do'a

Apa yang kau pikirkan pada naungan sang mentari ? Apa yang kau habiskan di bawah sang rembulan ? Apa yang kau lamunkan di antara jarak langit, air dan tanah nan indah itu ? Entah mengapa setahun belakangan ini hanya ada dua top playlist yang setia melayani pendengaran ini. Suara khas Liam Gallagher pada lagu Wonderwall, dan lagu melow dari band bergenre punk berjudul Sampai Jumpa. Kedua lagu yang berhasil membawa pikiran memasuki relung hati yang menimbulkan sebuah pertanyaan: Apa yang kau cari dalam ruang hampa ini ? "I don't believe that anybody feels the way i do, about you know" Aku berani bertaruh hanya aku yang mampu merasakannya. Hati ini masih merasakan geterannya. Merekam dengan indah setiap prosesnya. Apakah aku telah mendapatkannya ? Sesuatu yang terlihat mudah bagi orang lain untuk memilikanya. Tapi, mengapa hanya dirinya yang hati ini cerna ? Walaupun aku belum sempat memiliki dan menunjukannya. Iya, sesuatu yang tak bisa mereka lihat. Ha...

Un Capitano, C'e Solo Un Capitano

Laga melawan Lazio Minggu dini hari (11/5) merupakan laga terakhir Javier Zanetti dihadapan Interisti (suporter Internazionale Milano) di San Siro. " Il Tractore" ( julukan akrab untuk Zanetti) telah bermain selama 19 musim di Inter dengan berhasil mengoleksi 16 trofi yang mejadkannya pemain Inter paling sukses dalam sejarah dan pemain Inter dengan caps terbanyak di berbagai ajang. Saya mencoba mengumpulkn beberapa kutipan-kutipan beberapa pelaku sepakbola tentang Zanetti:   “Di dunia ini, tidak ada satupun pemain yang saya takuti, kecuali Zanetti,” - Marco Materazzi. “Ikon sepak bola yang sesungguhnya,” - Roberto Mancini. “Dulu dia pernah mengatakan ingin menjdi seperti saya, tapi sekarang saya ingin mengatakan kepada dia bahwa sekarang saya ingin seperti dia,” - Roberto Baggio. “Dia mengajarkan kepada saya bagaimana menjadi seorang kapten sesungguhnya,” - Fabio Cannavaro. “Anda biasa melihat pelatih di sisi lapangan, ...

Jalanan itu Bernama Sepakbola

Jalanan, salah satu tempat manusia menjalankan berbagai aktivitas, dari mulai hal yang kecil sampai menggantungkan kehidupannya. Jalanan yang identik dengan kriminalitas dan keliaran, ternyata bisa juga menjadi ladang hiburan, disaat tempat bermain yang luas sudah tak ditujukan lagi kepada kita. Ya, sepakbola jalanan, permaianan sederhana nan gila yang memberikan kesan luar biasa. Alasan utama bermain sepakbola jalanan adalah karena tak disediakannya tempat yang luas untuk menggiring si kulit bundar. Banyak pula pesepakbola besar muncul dari sepakbola jalanan. Bahkan, Presiden UEFA, Michel Platini pernah berkata “The street is the best way to become a good Footballer.” Waktu paling pas memainkan permainan ini adalah ketika jam 3 sore dan akan lebih nikmat dimainkan lagi ketika hujan turun. Tak ada rumput hijau, hanya terdiri dari aspal dan tembok. Bermodalkan bola plastik seadanya. Tiang gawang yang hanya menggunakan sandal jepit atau kaleng/botol. Tidak a...